Next Events

Ragam Dukungan Menuju 

Pemulihan Ekonomi Nasional

Tahun 2020 merupakan periode terberat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tanah Air. Bagaimana tidak, pagebluk Covid-19 telah menyebabkan goncangan dahsyat bagi UMKM. Kamar Dagang Indonesia (Kadin) menyebut sekitar 48,6% UMKM terpaksa gulung tikar selama pandemi. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah merupakan sederet faktor yang mengakibatkan para UMKM ini terpukul.


Padahal, UMKM merupakan sokoguru perekonomian nasional hingga saat ini. Data dari Kemenkop-UKM tahun 2018 menunjukkan besarnya kontribusi UMKM. Sektor ini menyumbang 61,1 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2018, dengan daya serap tenaga kerja dunia usaha hingga 97 persen atau setara 117 juta pekerja. UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro sejumlah 98,68 persen dengan daya serap tenaga kerja 89%. Sementara sumbangan usaha mikro terhadap PDB sekitar 37,8 persen.


Memang ada sebagian pelaku UMKM yang sudah mulai bangkit berkat sejumlah bantuan dari pemerintah seperti relaksasi kredit usaha rakyat (KUR), subsidi bunga, modal kerja, dan juga bantuan presiden (Banpres) produktif untuk usaha mikro dalam bentuk hibah. Namun, berdasar survei terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada sebanyak 69,02 persen pelaku usaha menengah kecil (UMK) yang mengaku membutuhkan bantuan modal usaha. Lalu, sebanyak 29,98 persen membutuhkan penundaan pembayaran pinjaman dan 17,21 persen membutuhkan kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman.

Location: Marina, San Francisco