Webinar Financial; Properti sebagai Lokomotif PEN: Memaksimalkan Potensi Hunian Milenial dan MBR sebagai Andalan Pemulihan Sektor Properti

Industri properti merupakan salah satu industri yang terdampak pandemi Covid-19 namun juga memiliki peran yang besar untuk memulihkan ekonomi nasional. Berdasarkan publikasi Real Estate Indonesia (REI) Januari 2022, sektor properti berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 13,6% di tahun 2020. Dari sisi tenaga kerja, sektor properti terutama sektor perumahan memiliki jumlah tenaga kerja mencapai 8,5 juta orang atau 6,9% dari total tenaga kerja nasional pada tahun 2020. Selain itu, industri properti juga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang dinilai mampu menggerakkan 174 sektor lainnya sehingga diharapkan dapat mampu mendukung kebangkitan ekonomi.

Namun, bangkit dari keterpurukan akibat pandemi bukanlah hal yang mudah. Berdasarkan Laporan Perkembangan Properti Komersial Triwulan III 2021 oleh Bank Indonesia, pertumbuhan Indeks Pasokan Properti Komersial sudah mengalami perbaikan meskipun masih terbatas yaitu 0,21% (yoy), meningkat dibandingkan pada triwulan II 2021 sebesar -0,01% (yoy) dan triwulan I 2021 sebesar -0,02% (yoy). Selain itu, pertumbuhan Indeks Permintaan Properti Komersial juga menunjukkan sedikit peningkatan sebesar 0,13% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 0,06% (yoy) pada triwulan II 2021 dan 0,00% (yoy) pada triwulan I 2021. Pemulihan industri properti diharapkan akan terus terjadi dengan dukungan dan kontribusi seluruh pihak.

Pasar properti dipengaruhi oleh karakteristik konsumen yang saat ini difokuskan pada generasi milenial dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini dikarenakan jumlahnya yang besar dan permintaannya yang terbilang tinggi. Dikutip dari Majalah Realestat oleh REI Oktober 2021, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Kurniawan Agung, menyatakan bahwa permintaan properti yang paling meningkat pada masa pandemi adalah hunian untuk milenial dan kelas menengah. Untuk itu, para pelaku industri perlu mengakomodasi produk properti yang sesuai dengan karakteristik dan harapan milenial. Selain itu, Pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh rakyat Indonesia agar dapat memiliki rumah sendiri. Mimpi itu kemudian direalisasikan sebagai langkah konkret melalui Program Sejuta Rumah dan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pengembangan perumahan bagi MBR menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target 70% masyarakat memiliki akses terhadap pemukiman atau perumahan yang terjangkau dan layak pada tahun 2024.

Namun di lain sisi, dikutip dari Berita Resmi Statistik oleh BPS Februari 2022, sektor real estate sampai saat ini baru memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 2,76% pada tahun 2021 berdasarkan distribusi PDB menurut lapangan usaha. Selain itu, berdasarkan Data Bank BTN, kontribusi KPR terhadap PDB pada tahun 2019 masih tergolong rendah yaitu 3,0%. Posisi tersebut masih terbilang jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan ASEAN lainnya seperti Filipina (3,9%), India (7,7%) Thailand (23,9%), Singapura (32,1%), dan Malaysia (35,4%). Padahal, Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia dan tertinggi se-ASEAN. Untuk itu, ini merupakan peluang besar yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan oleh stakeholder untuk memperluas bisnis perumahan di Indonesia.

Di tahun 2022 ini, Indonesia diharapkan dapat melakukan transformasi yang positif dan kontributif bagi pasar dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai kolaborasi dan sinergi dibutuhkan agar dapat menghasilkan kinerja sekaligus pencapaian yang optimal di tengah ketidakpastian akan pandemi Covid-19.

Lalu, bagaimana kondisi industri properti Indonesia saat ini dan proyeksinya di tahun 2022? Seberapa dalam dampak pandemi Covid-19 terhadap industri properti, khususnya di sektor perumahan? Bagaimana pengaruh segmen MBR dan milenial di pasar properti sekaligus upaya mengoptimalkannya sebagai lokomotif andalan pemulihan sektor properti? Bagaimana perencanaan, strategi, dan langkah nyata regulator beserta pelaku industri untuk mengakselerasi pemulihan pascapandemi Covid-19? Serta apa yang menjadi tantangan regulator dan pelaku industri untuk mewujudkan tujuan tersebut?

Kegiatan webinar ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam bagi peserta webinar dan masyarakat akan upaya pemulihan industri properti pascapandemi, memberikan gambaran akan pengaruh segmen MBR dan milenial pada pasar properti, sekaligus upaya untuk mengoptimalkan segmen tersebut sebagai lokomotif andalan pemulihan ekonomi.

Date

Mar 07 2022
Expired!

Time

8:00 am - 6:00 pm

More Info

DAFTAR
Category
DAFTAR