Webinar Financial : Financial System Stability and Banking Strategy Facing Short-term Challenges

Stabilitas sistem keuangan berperan penting dalam perekonomian nasional. Sebagai bagian utama dalam perekonomian sebuah negara, sistem keuangan berfungsi mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada pihak yang mengalami defisit. Jika sistem keuangan tidak stabil dan tidak berfungsi secara efisien, pengalokasian dana tidak akan berjalan dengan optimal sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan artikel Stabilitas Sistem Keuangan oleh OJK, ketidakstabilan sistem keuangan dapat menimbulkan beberapa kondisi yang tidak menguntungkan, seperti transmisi kebijakan moneter tidak berfungsi secara normal sehingga kebijakan moneter menjadi tidak efektif; fungsi intermediasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya akibat alokasi dana yang tidak tepat sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi; ketidakpercayaan publik terhadap sistem keuangan yang umumnya akan diikuti dengan perilaku panik para investor untuk menarik dananya sehingga mendorong terjadinya kesulitan likuiditas; serta sangat tingginya biaya penyelamatan terhadap sistem keuangan apabila terjadi krisis yang bersifat sistemis. Untuk itu, upaya mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kuat merupakan sebuah keharusan.

Krisis ekonomi tahun 1998 membuktikan bahwa stabilitas sistem keuangan merupakan aspek yang sangat penting dalam membentuk dan menjaga perekonomian yang berkelanjutan. Sistem keuangan yang tidak stabil akan rentan terhadap berbagai gejolak sehingga mengganggu perputaran roda perekonomian. Berawal dari krisis ekonomi, krisis 1998 kemudian merambat menjadi krisis perbankan yang ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank dan berdampak pada hilangnya kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan di Indonesia. Kegagalan perbankan yang mengguncang stabilitas keuangan perlu untuk diantisipasi, khususnya saat ini di tengah tantangan ketidakpastian akan pandemi Covid-19.

Sejauh perjalanan perbankan di masa pandemi, perbankan terbilang sukses menghasilkan performa yang cukup memuaskan. Berdasarkan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022, kondisi perbankan nasional secara berangsur-angsur telah mengalami perbaikan di tengah masa pandemi yang belum berakhir. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,2% (yoy) selama 2021, NPL Gross terkendali di level 3% dan cenderung turun dari tahun lalu sebesar 3,06%. Selain itu, kredit restrukturisasi Covid-19 juga telah menunjukkan penurunan menjadi Rp693,6 triliun, jauh dibawah angka tertinggi Rp830,5 triliun pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, telah dibentuk pencadangan sebesar 14,85% (Rp103 triliun). Permodalan perbankan juga jauh di atas threshold minimum, yaitu sebesar 25,67% dengan likuiditas yang ample, didukung juga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 12,21%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian memproyeksikan kondisi perbankan yang lebih baik dengan kredit perbankan akan meningkat pada kisaran 7,5% ± 1%, dan Dana Pihak Ketiga tumbuh di rentang 10% ± 1% pada tahun 2022.
Namun, memasuki tahun ketiga pandemi Covid-19, OJK mengungkapkan bahwa terdapat lima tantangan industri perbankan dalam jangka pendek: Pertama, ketidakpastian penyelesaian pandemi Covid-19; Kedua, ekspektasi tapering off The Fed seiring pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS); Ketiga, kondisi pasar keuangan yang mengalami volatilitas tinggi; Keempat, potensi risiko berakhirnya kebijakan stimulus fiskal untuk pemulihan perekonomian; Kelima, potensi kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) akibat dari restrukturisasi kredit yang mengalami pemburukan.

Lalu, bagaimana para entitas dalam ekosistem perbankan memandang tantangan jangka pendek tersebut? Bagaimana strategi masing-masing entitas untuk menghadapinya? Sejauh mana regulator mengupayakan stabilitas sistem keuangan dan upaya preventif terhadap terjadinya kegagalan bank, khususnya di masa pandemi? Bagaimana perencanaan regulator ke depannya untuk mewujudkan kestabilan sistem keuangan yang kuat dan tantangan untuk mewujudkannya?

Kegiatan webinar ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi peserta webinar dan masyarakat akan upaya entitas dalam ekosistem perbankan dalam mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kuat serta berbagai strategi untuk menghadapi tantangan jangka pendek perbankan di tengah tantangan ketidakpastian akan pandemi Covid-19.

The event is finished.

Date

May 24 2022
Expired!

Time

2:00 pm - 5:00 pm

More Info

DAFTAR
Category
DAFTAR

Leave a Comment