WEBINAR NASIONAL KELAPA SAWIT : PERAN DAN STRATEGI KOMUNITAS SAWIT DALAM MENDUKUNG PERCEPATAN PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sektor pertanian Indonesia telah membukukan kinerja positif karena berkontribusi penuh terhadap perekonomian Indonesia. Apresiasi dan pengakuan atas berbagai perkembangan dan pembangunan sektor pertanian tersebut dibuktikan dengan terpilihnya Indonesia menjadi Dewan Food and Agriculture Organization (FAO) periode 2021 – 2024. Melalui keanggotaan pada Dewan FAO, Indonesia dapat berkontribusi dalam perumusan berbagai kebijakan FAO yang mendukung upaya negara anggota PBB mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Subsektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas vital di sektor pertanian turut menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional. Sebagai komoditas ekspor non-migas Indonesia, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya berkontribusi besar terhadap devisa negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik diketahui, pada caturwulan I-2021, volume ekspor minyak sawit tercatat sebanyak 8,58 juta ton dengan nilai US$8,34 miliar atau setara Rp120,93 triliun (kurs Rp14.500). Angka ini meningkat 7,91 persen secara y-o-y, yang sebanyak 8,24 juta ton dengan nilai US$5,56 miliar atau setara Rp80,62 triliun.

Tidak hanya itu, dengan kontribusi perkebunan rakyat yang mencapai 41 persen dari total perkebunan sawit nasional, kelapa sawit menjadi sumber pendapatan utama bagi hampir 3 juta petani sawit sebagai pekerja langsung dan lebih dari 14 juta orang pekerja tidak langsung di Indonesia. Saat ini, harga CPO global yang berada di atas level US$1.000 per MT, turut mendorong penguatan harga tandan buah segar (TBS) sawit. Dengan harga tersebut, petani sawit Indonesia mencatatkan rekor sebagai petani dengan pendapatan lebih tinggi dibandingkan petani dengan pengusahaan komoditas lain.

Secara keseluruhan, kelapa sawit telah memberikan nilai positif terhadap aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga lingkungan. Namun mirisnya, dengan kontribusi dan partisipasi yang diberikan, kelapa sawit masih saja banyak mendapatkan tantangan dari dalam dan luar negeri. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni maraknya atribut negatif yang disematkan untuk kelapa sawit. Isu-isu negatif tersebut diproduksi dan disebarluaskan secara periodik oleh sejumlah pihak antisawit sehingga secara langsung berdampak pada penurunan citra positif kelapa sawit.

Tak dapat dimungkiri, berbagai upaya secara masif sudah dilakukan, namun black campaign dan tuduhan negatif terhadap sawit masih belum dapat dihapuskan secara optimal. Oleh karena itu, promosi kelapa sawit melalui penyampaian fakta dan data perlu dilakukan secara berkala dan kontinyu agar citra kelapa sawit semakin positif. Mengingat posisi Indonesia dalam Dewan FAO tersebut, selayaknya masyarakat Indonesia, khususnya pihak antisawit memahami bahwa, sektor pertanian, termasuk kelapa sawit bukan merupakan sektor ‘kumuh’ yang merusak lingkungan, tetapi justru menjadi jawaban atas berbagai permasalahan ekonomi, sosial, kesehatan, dan lingkungan di Indonesia.

Date

Aug 18 2021
Expired!

Time

2:00 pm - 5:00 pm

More Info

Registration
Registration

Leave a Comment