Webinar Perbankan

Webinar Perbankan : Kebijakan Penyaluran Kredit Perbankan

Industri perbankan berperan penting dalam perekonomian negara.  Perbankan berperan dalam memberikan layanan jasa keuangan, penghimpunan dana dalam bentuk simpanan, pemberian pinjaman atau kredit kepada masyarakat, penerbitan surat utang, penerimaan pembayaran atau tagihan pembiayaan, deposito, dan lainnya.  Selain pelayanan langsung kepada masyarakat, perbankan memiliki peran penting dalam dunia usaha. Perbankan berperan dalam menghimpun dana dan juga dapat menyalurkan dana simpanan pihak ketiga tersebut dalam bentuk pinjaman atau kredit kepada masyarakat. Penyaluran pinjaman/kredit bank ini berperan penting guna membuka peluang lapangan kerja, perluasan produksi, dan juga mendorong usaha baru bagi masyarakat.

Dikutip dari Laman Kemenkeu pada 2 Februari 2022, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penyaluran kredit oleh perbankan yang menggunakan penempatan dana pemerintah telah mencapai Rp458,22 triliun per 17 Desember 2021. Penyaluran kredit perbankan tersebut tersebut dilakukan dalam rangka turut mendukung kinerja perbankan dan sekaligus untuk mendorong normalisasi intermediasi sektor perbankan.

Berdasarkan data OJK, pada Februari 2022 penyaluran kredit tercatat sebesar Rp5.811.902 miliar. Jumlah ini tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penyaluran kredit bank ini berbanding terbalik dengan jumlah Bank Perkreditan Rakyat yang justru tercatat mengalami penurunan jumlah bank.

Bank Indonesia membagikan informasi bahwa penyaluran kredit baru pada bulan April 2020 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penyaluran kredit baru menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang pada April 2022 sebesar 59,9%. Bank Indonesia memprediksi pada triwulan II nanti penyaluran kredit perbankan ini akan mengalami peningkatan.

Kondisi ini membaik dibandingkan kondisi pada periode sebelumnya. Pihak Bank Indonesia mengklaim bahwa ada beberapa faktor yang yang mempengaruhi perkiraan meningkatnya penyaluran kredit baru. Faktor yang dimaksud adalah permintaan pembiayaan dari nasabah, serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.

Saat ini penyaluran kredit perbankan banyak diprioritaskan untuk lapangan usaha sektor Perdangan Besar dan Eceran, Industri Manufaktur, Konstruksi, dan Sektor Pertanian. Berdasarkan pada jenis penggunaannya, kredit bank paling besar disalurkan untuk Kredit Modal Kerja dan Kredit Konsumsi (KPR). Sebesar Rp 2.593.781 miliar jumlah kredit yang tersalurkan untuk jenis Kredit Modal Kerja pada Februari 2022. Sedangkan untuk KPR jumlah kredit tersalurkan sebesar Rp 1.543.465 miliar. Jumlah penyaluran kredit ini meningkat dari bulan sebelumnya.

Peningkatan kredit pada bulan Februari 2022 masih belumbisa menjadi indicator bahwa kredit mengalami peningkatan secara umum. Sejak  akhir tahun 2021 pemulihan ekonomi mulai berlangsung, bank masih menghadapi tantangan pada laju kredit di tengah kondisi bisnis perdanganan yang mana kondisinya masih di tahap menyesuaikan pasca Covid selalama 2 tahun yang lalu, bahkan sekarang ini disusul dengan maraknya kasus Omicron pada kuartal pertama tahun 2022.

SBT April 2022 yang mengalami peningkatan juga masih belum bisa dijadikan indikator keberhasilan penyaluran kredit perbankan. Pada bulan April 2022, Kebijakan penyaluran kredit dirasa lebih longgar dibanding bulan sebelumnya. Khususnya pada jenis Kredit KPR dan Kredit Konsumsi lainnya. Namun ternyata, dari hasil survey yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa tidak semua kebijakan bersifat longgar.

Sangat disayangkan bahwa pada jenis Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi justru mengalami kebijakan yang sedikit lebih ketat. Bank Indonesia menjelaskan alasan bahwa kebijakan ini disebabkan oleh faktor proyeksi ekonomi kedepan dan kondisi sektor riil saat ini.

Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri, bahwa ditengah pandemi yang masih berlangsung mengapa justru kebijakan untuk modal kerja menjadi ketat sedangkan kebijakan konsumsi diperlonggar.

Date

Jun 29 2022
Expired!

Time

2:00 pm - 5:00 pm
Category